Broker Futures resmi di Indonesia sejak 2004
 021-52-777-07
Broker Futures resmi di Indonesia sejak 2004
 021-52-777-07
 021-52-777-07
AsiaTradeFX Futures Education
Panduan belajar forex untuk pemula. Pelajari dasar forex dan kenali strateginya.
BELAJAR FOREX
Choose the option below:
Memahami Forex Trading
Penjelasan Forex Quotes

Dalam dunia forex trading Anda ada 2 harga yang akan Anda temukan untuk tiap jenis yang akan ditransaksikan. Pasangan nilai inilah yang disebut sebagai Forex Quote. Dengan kata lain Quote forex rate mata uang dalam sebuah currency pair yang terdiri dari; harga Bid (harga yang lebih murah) atau harga jual ke AsiaTradeFX; dan harga Ask/Offer (harga yang lebih mahal) atau harga beli dari broker. Selisih harga Bid dan Ask disebut sebagai Spread. Semakin kecil spread semakin menguntungkan trader. Spread ditentukan oleh para penyedia harga dan likuiditas di pasaran pada saat tersebut.

Dalam bursa FX (mata uang), Anda akan melihat semua mata uang dicantumkan secara berpasangan di dalam daftar yang ada. Terdapat lebih banyak pilihan di dalam bursa FX apabila dibandingkan dengan bursa lainnya. Sebagai perumpamaan, ketika Anda memiliki posisi bullish terhadap Euro tentunya Anda akan berminat membeli Euro. Di bursa FX, Anda dapat memilih mata uang yang ingin Anda gunakan untuk membeli Euro tersebut. Anda dapat membelinya dengan USD, JPY, atau AUD sesuai dengan pilihan Anda. Adapun Harga Buy (ask) adalah kurs yang Anda gunakan untuk membeli pasangan tersebut, sedangkan harga Sell (bid) adalah kurs yang Anda gunakan untuk menjual pasangan tersebut.

Sebagai contoh, pasangan mata uang akan ditampilkan dengan cara sebagai berikut.

EUR / USD

Mata uang pertama yang tercantum disebut sebagai 'Base Currency' dan mata uang kedua adalah 'Counter Currency'. Sehingga untuk EUR / USD :

Euro => Base currency

US Dollar => Counter currency

Apabila pasangan tersebut diperdagangkan dengan harga 1.30000, maka penawaran tersebut menyebutkan seberapa besar counter currency yang harus dikeluarkan untuk membeli satu unit base currency. Dengan demikian, biaya untuk membeli satu Euro adalah US$1.30.

Hal penting yang harus diingat pada saat Anda ingin mengambil suatu posisi (Buy/Sell), adalah keterkaitan dengan base currency. Apabila Anda membeli satu pasangan, berarti Anda membeli base currency. Begitu juga ketika Anda menjual satu pasangan, itu berarti Anda menjual base currency. Pada counter currency, hal ini berlaku sebaliknya! Jadi apabila Anda membeli EUR/USD, berarti Anda membeli Euro dan menjual US Dollar.

Apakah masih membingungkan? Anda dapat melihatnya secara sederhana: "Beli apabila Anda berharap kursnya naik dan Jual apabila menurut Anda merasa bahwa kursnya akan turun!" Cukup Sederhana bukan?

Anda juga dapat memahami lebih lagi tentang trading forex dengan belajar sekaligus praktek langsung menggunakan demo account.

Apa yang dimaksud dengan pip?
POINT IN PRESENTAGE (PIP)

'PIP' adalah singkatan dari Point In Percentage. Dalam dunia forex istilah pip atau pips digunakan sebagai skala untuk menilai perubahan harga pasangan mata uang di pasar forex. Secara sederhana pip dijadikan sebagai patokan untuk menghitung keuntungan dan kerugian. Dalam sebuah rekening standar (100,000), presentase nilai pip setara dengan seperseratus persen (0,0001) dari unit mata uang. Semua mata uang utama, kecuali Yen Jepang, memiliki unit mata uang sebesar 1,0000.

Sebagai perumpamaan, denominasi rekening Anda adalah USD, maka nilai 1 pip (tergantung pada mata uang pasangannya) sekitar $10. Contoh (*Gambar MT4 platform EUR/USD) EUR/USD 1,11899 / 1,11921 , selisihnya adalah 2,2 pip, yang senilai dengan $22.

Anda dapat memahami lebih lagi tentang trading forex dengan belajar sekaligus praktek langsung menggunakan demo account.

Leverage & Margin
KONSEP LEVERAGE & MARGIN

Leverage dan margin adalah sebuah konsep yang sangat penting untuk dimengerti. Pada dasarnya 'leverage' dan 'margin' mengacu pada konsep yang sama, namun dari sudut yang sedikit berbeda. Ketika trader membuka suatu posisi, mereka diwajibkan untuk memasukkan uang pecahan dari nilai posisi tersebut. Jumlah yang diwajibkan untuk dimasukkan disebut dengan 'Margin Requirement' atau modal sebagai persyaratan untuk melakukan transaksi. Biasanya usai menutup posisi trader akan mendapatkan kembali seluruh jumlah margin yang mereka gunakan kecuali apabila terjadi Margin Call (suatu kondisi ketika sisa dana yang digunakan untuk menahan pergerakan market tidak mencukupi lagi. Trader akan mengalami margin call apabila transaksinya mengalami kerugian).

Keunggulan dari bursa FX adalah memiliki persyaratan margin yang rendah untuk setiap instrumen keuangan yang dapat diperdagangkan. Berarti daya beli dari rekening Anda jauh lebih tinggi dari daya beli rekening perdagangan equity lainnya pada ukuran yang sama. Sebagai contoh, anggaplah seorang trader membuka suatu posisi sebesar 1 lot dalam pasangan USD/JPY. Trader tersebut tidak diharuskan untuk memasukkan jumlah sebesar $ 100,000, dana yang harus dimasukkan hanyalah $1000.

Sebelum penjelasan lebih lanjut ada satu hal penting yang perlu diperhatikan: margin requirement bukanlah suatu jumlah maksimum dari kerugian pada suatu posisi. Jumlah kerugian atau keuntungan Anda tergantung dari posisi Anda ketika melakukan 'closing position' dan bukan dari margin requirement.

Saatnya membahas mengenai laverage. Leverage adalah rasio antara dana trader sendiri dan dana pinjaman trader dari broker. Leverage 1:100 berarti bahwa untuk transaksi Anda harus memiliki akun trading dengan jumlah 100 kali lebih kecil dari jumlah transaksi. Dalam dunia trading leverage dapat diibaratkan sebagai pedang bermata ganda. Leverage yang tinggi dapat memperbesar keuntungan ketika suatu posisi bergerak sesuai dengan arah trading Anda, namun leverage tersebut juga akan memperbesar kerugian apabila berbalik arah.

Penting bagi Anda untuk tidak melakukan over trading terhadap rekening Anda, Pahamilah manajemen resiko dan jangan membuka posisi yang terlalu banyak untuk meminimalkan kerugian. Besar kecilnya posisi yang diambil tergantung dari pola trading masing-masing trader. Trader jangka pendek pada umumnya merasa nyaman dengan menggunakan leverage yang lebih banyak karena mereka tahu bahwa posisi tersebut tidak akan terbuka dalam jangka waktu yang terlalu lama. Trader jangka panjang akan menggunakan leverage yang lebih sedikit sehingga mereka tidak akan dirugikan oleh fluktuasi ringan.

Apabila pasar bergerak dengan sangat cepat ( volatile ) ke arah yang salah sehingga berakibat equity menjadi negatif, maka AsiaTradeFX akan melakukan suatu penyesuaian terhadap rekening tersebut agar kembali menjadi NOL secara otomatis. Pahami lebih lagi tentang trading forex dengan belajar sekaligus praktek langsung menggunakan demo account.

Rollover
ROLLOVER PADA TRADING FOREX

Rollover adalah bunga yang dibayarkan atau diperoleh untuk mempertahankan suatu posisi selama satu malam. Target suku bunga terkait dengan setiap mata uang / rollover forex rates ( pada umumnya ditetapkan oleh Bank Sentral ).

Setiap kali Anda mengambil suatu posisi dalam FX market berarti Anda membeli satu mata uang dan menjual mata uang lainnya. Perlu diketahui Anda akan memperoleh suku bunga dari mata uang yang telah Anda beli, dan Anda memiliki kewajiban membayar suku bunga dari mata uang yang Anda jual. Selisih bersihnya akan dikreditkan atau didebet dari rekening Anda setiap hari setelah penutupan pasar.

Contoh:
Anda membeli 1 (satu) lot AUD/USD, maka Anda akan memperoleh bunga sebesar 3% setiap tahunnya dari jumlah 100.000 mata uang AUD, dengan demikian Anda akan memperoleh bunga sebesar $ 3,000 AUD per tahun. Perhitungan nilai rollover dalam satu hari akan dibagi dengan 360 yang hasilnya adalah bunga sebesar $8,33 AUD per hari (Nilainya = $7,31 USD, di mana kurs AUD/USD saat itu 0.8780).

Di sisi lain dari perdagangan ini secara tidak langsung Anda menjual $87,800 USD, maka Anda memiliki utang sebesar 0,25% terhadap Dolar AS. Perhitungan nilai rollover dalam satu hari adalah $87.800 USD dikalikan dengan 0,25% dibagi dengan 360, maka Anda memiliki kewajiban untuk membayar bunga sebesar $0,61 USD per hari.

Dari illustrasi perhitungan di atas dapat disimpulkan dengan membeli 1 (satu) lot AUD/USD, Anda akan memperoleh bunga sebesar $6.7 USD ($7.31 USD - $0.61 USD). Keadaan di atas dapat berlaku sebaliknya jika Anda memiliki posisi Jual (Sell) AUD/USD.

PERHATIKAN WEDNESDAY ROLLOVER
Wednesday rollover secara khusus memiliki nilai bunga sepanjang 3 hari. Tidak ada rollover yang dilakukan terhadap posisi-posisi yang masih terbuka pada hari Sabtu dan Minggu. Hari libur juga dapat mempengaruhi jadwal rollover. Anda dapat dengan mudah mencari informasi tentang hari-hari libur khusus dan bagaimana pengaruhnya terhadap rollover pada kalender rollover yang diperbarui secara reguler.

Pahami lebih lagi tentang trading forex dengan belajar sekaligus praktek langsung menggunakan demo account.

Jam Kerja Bursa Forex
WAKTU AKTIF BURSA UTAMA DUNIA

Mengingat perdagangan forex terjadi secara global, maka bursa dibuka sepanjang hari dan berlangsung selama 24 jam. Mata uang biasanya akan sangat aktif ketika bursa yang berkaitan dengan mata uang tersebut buka. Misalnya, GBP dan pasangan-pasangannya, meskipun selalu aktif dan dapat diperdagangkan 24 jam setiap hari, namun cenderung paling aktif dan diperdagangkan secara luas pada saat bursa London buka. Sementara itu, JPY dan pasangan-pasangannya akan diperdagangkan secara lebih luas sepanjang jam kerja di Tokyo.

Jam kerja bursa forex utama adalah sebagai berikut:
London 14.00 - 22.00 Dini hari WIB (35% dari total volume forex)
New York 19.00 - 5 Dini hari (hari berikutnya) WIB (20% dari total volume forex)
Sydney 5.00 - 14.00 WIB (4% dari total volume forex)
Tokyo 7.00 - 16.00 WIB (6% dari total volume forex)

Dapat dilihat bahwa antara jam 19.00 dan 23.00 WIB, dua bursa terbesar (London dan New York) akan mengalami tumpang tindih selama sekitar 4 jam. Waktu tersebut merupakan slot waktu perdagangan yang penting bagi banyak trader. Skenario perdagangan tiap harinya berbeda dan tidak ada jaminan bahwa kerangka waktu tersebut akan menghasilkan perdagangan yang luar biasa secara reguler. Akan tetapi, dalam kurun waktu ketika bursa London dan New York buka dan melakukan perdagangan pada saat yang sama, sering kali lebih banyak peluang perdagangan yang muncul. Harap dicatat, semakin banyak perdagangan yang dilaksanakan sepanjang waktu tertentu, maka spread Penawaran/ Permintaan (Bid/Ask) akan semakin sempit.

Meskipun kita melihat adanya tumpang tindih antara jam perdagangan di bursa Tokyo dan Sydney, tumpang tindih tersebut tidak seaktif seperti tumpang tindih antara jam perdagangan di London dan New York karena volume perdagangan yang secara keseluruhan lebih rendah secara signifikan.

PERDAGANGAN AKHIR PEKAN
Meskipun bursa FX secara khusus tidak pernah tutup, hampir semua bank dan bursa perdagangan utama tutup selama akhir pekan. Hal ini membuat volume perdagangan sepanjang akhir pekan begitu kecil sehingga cenderung tidak menawarkan banyak peluang perdagangan bagi trader. Walau beberapa kegiatan dapat terjadi bergantung pada berita-berita yang kadang timbul sepanjang akhir pekan, namun biasanya pergerakan pada pasangan-pasangan mata uang tidak terlalu besar. Likuiditas perdagangan jarang terjadi, sehingga pelaksanaan perdagangan menjadi sulit. Oleh karena itu, AsiaTradeFX Trader tutup pada hari sabtu dini hari setelah closing market Amerika dan buka kembali pada hari Senin jam 5.00 pagi WIB.

Pahami lebih lagi tentang trading forex dengan belajar sekaligus praktek langsung menggunakan demo account.

Arus Trading dan Arus Modal
NERACA PERDAGANGAN, NERACA PEMBAYARAN, ARUS TRADING, DAN ARUS MODAL

Pengertian Neraca Perdagangan
Angka Neraca Perdagangan adalah suatu ukuran ekspor netto dikurangi dengan impor netto. Hal ini cenderung negatif di AS pada beberapa tahun belakangan ini karena AS telah menjadi negara 'konsumen'. Ketidakseimbangan yang terus tumbuh dalam neraca perdagangan dapat menunjukkan banyak hal tentang keadaan saat ini dan apakah AS mengalami 'kelebihan belanja' terkait dengan barang dan jasa. Para trader akan melihat angka neraca perdagangan yang terus menurun untuk menunjukkan posisi bullish (tren naik atau menguat) bagi dolar, sedangkan ketidakseimbangan yang terus berkembang pada umumnya akan menimbulkan posisi bearish (tren turun atay melemah) bagi dolar.

Neraca perdagangan merupakan salah satu indikator perekonomian AS yang paling sering salah dimengerti. Sebagai contoh, banyak orang yang percaya bahwa defisit perdagangan merupakan suatu hal yang buruk. Sebenarnya defisit perdagangan merupakan hal yang terkait dengan siklus bisnis dan perekonomian. Dalam keadaan resesi, negara-negara akan meningkatkan ekspor, yang menciptakan lapangan kerja dan permintaan (demand). Dalam keadaan ekspansi yang besar, negara-negara akan meningkatkan impor, yang menciptakan persaingan harga, membatasi inflasi dan, tanpa menaikkan harga, menyediakan barang yang melampaui kemampuan domestic negara tersebut untuk memenuhi pasokan (supply). Maka defisit perdagangan bukanlah hal yang baik pada saat terjadinya resesi tetapi mungkin bermanfaat selama terjadinya suatu ekspansi ekonomi.

Neraca perdagangan AS mengacu kepada selisih antara ekspor barang dan jasa keluar AS, dan impor ke dalam AS. Neraca perdagangan adalah salah satu komponen terbesar dari neraca pembayaran AS, yang memberikan wawasan yang berharga dan menimbulkan tekanan yang berat terhadap nilai dolar.

Alasan mengapa Neraca Perdagangan merupakan hal yang penting bagi seorang trader mata uang adalah bahwa permintaan ekspor dan permintaan mata uang terkait sangat erat. Orang asing harus membeli mata uang domestik untuk membayar ekspor dari suatu negara. Sehingga, semakin kuat ekspor pada suatu bulan tertentu, permintaan akan mata uang negara tersebut akan semakin besar. Permintaan ekspor juga berdampak pada produksi dan harga pada tingkat produsen domestik karena mereka berupaya untuk memenuhi peningkatan permintaan dengan meningkatkan produksi.

Pengertian Neraca Pembayaran
Neraca Pembayaran adalah investasi yang tercermin dalam data TIC (Treasury International Capital). Data tersebut dikeluarkan setiap bulan oleh Treasury Department. Data TIC menunjukkan selisih nilai antara jumlah surat berharga jangka panjang asing yang dibeli oleh warga negara AS dan jumlah surat berharga jangka panjang AS yang dibeli oleh orang asing selama jangka waktu pelaporan. Hasilnya menunjukkan neraca investasi domestik dan asing. Sebagai contoh, apabila orang asing membeli saham dan obligasi AS sebesar $60 milyar, dan AS membeli saham dan obligasi asing sebesar $30, angka yang dihasilkan adalah $30 milyar.

Data ini sangat penting bagi trader sama halnya seperti neraca perdagangan: ketika orang asing membeli surat berharga domestik, mereka harus membayarnya dengan mata uang domestik. Dengan demikian permintaan yang lebih besar akan menimbulkan apresiasi nilai mata uang domestik.

Pengertian Arus Trading (perdagangan)
Arus Trading (arus perdagangan) adalah jual beli barang dan jasa di antar negara. Arus perdagangan berfungsi untuk mengukur perdagangan negara (ekspor - impor). Ini adalah jumlah barang yang dijual oleh suatu negara ke negara lainnya dikurangi jumlah barang yang dibeli oleh negara tersebut dari negara lain. Perhitungan ini mencakup semua transaksi barang internasional dan merupakan neraca perdagangan suatu negara.

Ketika negara yang merupakan eksportir netto mengekspor lebih banyak ke klien-klien internasional dibandingkan impor mereka dari produsen-produsen internasional, maka eksportir netto mengalami surplus perdagangan. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa mereka menjual lebih banyak barang ke pasar internasional dibandingkan yang mereka beli dari pasar internasional. Permintaan akan mata uang negara tersebut akan meningkat karena para klien harus membeli mata uang negara tersebut untuk membayar. Hal tersebut kemudian membuat nilai mata uangnya meningkat.

Hal sebaliknya terjadi ketika negara-negara yang merupakan importir netto mengimpor lebih banyak dari produsen internasional dibandingkan dengan yang mereka ekspor ke luar. Importir netto mengalami defisit perdagangan. Hal ini disebakan oleh fakta bahwa mereka membeli barang asing lebih banyak dari yang mereka jual ke pasar internasional. Untuk membeli barang dari luar, negara importir tersebut harus menjual mata uang domestiknya dan membeli mata uang asing. Hal tersebut mengakibatkan nilai mata uang domestiknya jatuh.

Sebagai contoh, mari kita lihat Jepang, yang merupakan sebuah perekonomian yang digerakkan oleh ekspor yang biasanya mengalami surplus perdagangan. Jepang mengekspor barang ke klien-klien internasional dalam jumlah yang lebih besar dari yang mereka impor dari produsen-produsen internasional. Surplus perdagangan Jepang merupakan alasan utama mengapa JPY belum pernah mengalami depresiasi yang tajam meskipun mengalami kelemahan ekonomi yang parah. Jepang adalah eksportir netto dengan surplus saat ini sebesar kurang lebih 3% dari PDB-nya. Hal ini menimbulkan permintaan internasional untuk membeli JPY agar para klien internasional dapat membeli produk-produk Jepang.

Jelas bahwa perubahan dalam neraca pembayaran dari suatu negara ke negara lainnya memiliki dampak langsung pada tingkat mata uang. Oleh karena itu, penting bagi para trader untuk mengikuti perkembangan terbaru dari data ekonomi yang terkait dengan neraca tersebut dan memahami implikasi-implikasi dari perubahan yang terjadi dalam neraca pembayaran.

Pengertian Arus Modal
Arus modal merupakan uang yang dikirimkan dari luar negeri untuk keperluan investasi di pasar-pasar asing. Arus modal berfungsi untuk mengukur jumlah bersih suatu mata uang yang dibeli atau dijual untuk penanaman modal. Konsep utama dari arus modal adalah neraca. Misalnya, suatu negara dapat memiliki arus modal positif atau negatif.

Neraca arus modal positif mengindikasikan bahwa modal yang masuk ke dalam suatu negara melebihi investasi keluar. Apabila di suatu negara arus modal masuk melebihi arus modal keluar, maka terdapat permintaan tambahan yang wajar terhadap mata uang negara tersebut. Permintaan ini mengakibatkan nilai mata uang tersebut meningkat karena penanam modal asing harus mengubah mata uangnya menjadi mata uang domestik di mana ia menanamkan uangnya.

Neraca arus modal negatif mengindikasikan bahwa investasi keluar negeri melebihi investasi yang masuk dari sumber asing ke dalam negara yang bersangkutan. Apabila terjadi arus modal negatif, permintaan terhadap mata uang negara tersebut berkurang, sehingga nilai mata uang tersebut pun menurun. Hal ini dikarenakan para penanam modal harus menjual mata uang domestiknya untuk membeli mata uang domestik di mana mereka menanamkan uangnya.

Negara yang menawarkan tingkat pengembalian investasi yang tinggi, melalui tingkat suku bunga yang tinggi, pertumbuhan ekonomi, dan pertumbuhan di pasar finansial domestik yang baik, cenderung menarik banyak modal asing. Negara ini mempertahankan arus modal yang positif. Apabila pasar modal suatu negara berjalan dengan lancar, dan mereka menawarkan tingkat suku bunga yang tinggi, sumber asing kemungkinan akan memasukkan modalnya ke negara tersebut. Hal ini meningkatkan permintaan terhadap mata uang yang bersangkutan, sehingga nilainya terapresiasi.

Sebagai contoh, mari kita lihat perekonomian di Inggris yang sedang meningkat pesat dan perekonomian di Amerika Serikat yang sedang lesu. Di Inggris, pasar modal berjalan dengan sangat lancar, sementara di Amerika Serikat terjadi kekurangan kesempatan investasi.

Simak skenario berikut ini:
Warga Negara Amerika Serikat menjual US Dollar mereka dan membeli British Pounds untuk memanfaatkan perekonomian Inggris yang sedang menanjak pesat. Dampak yang terjadi:
– Arus modal keluar dari Amerika Serikat dan masuk ke Inggris
– Permintaan terhadap GBP meningkat dan permintaan terhadap USD menurun.
– Nilai USD menurun terkait dengan nilai GBP.

Dengan gambaran tentang neraca perdagangan tersebut, data TIC dan Arus Perdagangan/Arus Modal, Anda dapat melihat bagaimana informasi-informasi tersebut saling berfungsi dan mengapa forex traders dapat sukses apabila mereka mengikuti perkembangan informasi tersebut.

Pahami lebih lagi tentang trading forex dengan belajar sekaligus praktek langsung menggunakan demo account.

Tingkat Suku Bunga
FAKTOR SUKU BUNGA PADA FOREX TRADING

Terdapat satu faktor yang memiliki pengaruh yang sangat penting di pasar mata uang, yaitu tingkat suku bunga. Bank Sentral suatu negara atau kelompok ekonomi menetapkan tingkat suku bunga mata uang mereka. Mereka menyesuaikan tingkat suku bunga ini dalam upayanya untuk mempromosikan perdagangan dan memegang kendali atas inflasi. Tingkat suku bunga yang rendah akan meningkatkan ekspansi ekonomi karena kredit menjadi lebih murah. Tingkat suku bunga yang tinggi akan menghambat ekspansi ekonomi karena 'biaya uang' menjadi lebih mahal. Perubahan dalam tingkat suku bunga juga dapat sangat mempengaruhi nilai mata uang, dan hal ini akan kita bahas secara lebih terperinci belakangan.

Mengikuti keputusan tentang tingkat suku bunga untuk Federal Reserve's Open Market Committee (FOMC), yang menetapkan Fed Funds Rate, sangatlah penting ketika memperdagangkan U.S. Dollar. Ketika the Fed menaikkan tingkat suku bunga, penghasilan yang ditawarkan oleh aset dalam mata uang dollar lebih tinggi. Hal ini umumnya menarik lebih banyak traders dan investor. Apabila tingkat suku bunga diturunkan, ini berarti bahwa penghasilan yang ditawarkan oleh aset dalam mata uang dollar berkurang, sehingga berkurang pula insentif bagi investor untuk menanamkan modal mereka dalam mata uang dollar.Namun demikian, tingkat suku bunga bukanlah satu-satunya hal yang penting. Hal yang juga sangat penting terhadap keputusan FOMC adalah isi pernyataan yang menyertai keputusan FOMC. Sebenarnya, seringkali pada saat keputusan diumumkan, keputusan tersebut sudah diperhitungkan di pasar; hanya terlihat sedikit fluktuasi apabila keputusan tersebut adalah keputusan yang diharapkan.Di sisi lain, pernyataan yang menyertai keputusan tersebut di analisis kata-per-kata untuk melihat adanya tanda-tanda tentang apa yang mungkin akan dilakukan oleh the Fed pada pertemuan berikutnya. Perlu diingat, keputusan tentang tingkat suku bunga itu sendiri cenderung kalah penting daripada ekspektasi terhadap langkah-langkah yang berkaitan dengan tingkat suku bunga pada masa yang akan datang.

Berikut adalah tabel tingkat suku bunga dari berbagai mata uang besar per September 2013 pada saat tulisan ini dibuat.

Setiap mata uang memiliki tingkat suku bunga. Hal ini hampir seperti barometer dari kekuatan atau kelemahan perekonomian negara yang bersangkutan. Apabila perekonomian suatu negara bertambah kuat seiring dengan waktu, harga-harga cenderung meningkat karena konsumen kini mampu membelanjakan lebih banyak lagi penghasilan mereka.Semakin besar penghasilan kita, semakin baik liburan yang dapat kita jalani, dan semakin besar jumlah barang dan jasa yang dapat kita konsumsi. Dengan kata lain, lebih banyak dollar yang dihabiskan untuk membeli barang dalam jumlah yang kurang lebih sama dan hal ini menimbulkan naiknya harga barang-barang tersebut. Kenaikan harga ini disebut inflasi, dan bank sentral tiap negara mengawasi inflasi secara seksama. Apabila inflasi dibiarkan tidak terkontrol, mata uang akan kehilangan banyak daya belinya, dan harga barang-barang sehari-hari seperti roti bisa naik sangat tinggi.

Hal ini kelihatannya mustahil, namun inilah yang sesungguhnya terjadi di negara-negara dengan tingkat inflasi yang sangat tinggi, seperti Zimbabwe. Untuk mencegah terjadinya hal ini, bank sentral menaikkan tingkat suku bunga guna menghentikan tekanan inflasi sebelum tidak terkontrol tak terkendali. Inflasi sangat susah dihentikan ketika mulai terjadi, dan hal ini menjelaskan mengapa The Fed (Federal Reserve System – sisem bank sentral Amerika Serikat) selalu sangat waspada dan bahkan hampir paranoid dalam memerangi inflasi.

Tingkat suku bunga yang tinggi mengakibatkan uang pinjaman menjadi lebih mahal. Hal ini dapat berakibat pada kebiasaan belanja masyarakat, seperti konsumen yang enggan membeli rumah baru, memakai kartu kredit, atau mengambil tambahan pinjaman. Nilai uang yang lebih mahal juga membuat perusahaan enggan melakukan ekspansi, karena banyak bisnis yang dilakukan dengan kredit, yang selalu dikenakan bunga. Pada akhirnya, tingkat suku bunga yang tinggi akan membawa dampak buruk karena perekonomian melambat, hingga pada akhirnya akan mencapai suatu titik di mana bank sentral akan terpaksa menurunkan tingkat suku bunga demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan ekspansi - dan begitu seterusnya siklus berlanjut.

Berusaha untuk meningkatkan pertumbuhan dan pada saat yang sama menjaga agar inflasi tetap rendah adalah hal yang sangat sulit yang dilakukan oleh the Fed pada setiap pertemuan FOMC. Bank Sentral lain juga melakukan hal yang sama pada pertemuan rutin mereka. Dengan menaikkan tingkat suku bunga, suatu negara dapat sekaligus meningkatkan keinginan investor asing untuk menanamkan modal mereka di negara tersebut. Logikanya sama dengan logika dari investasi apapun: Investor ingin mendapatkan penghasilan setinggi mungkin. Dengan menaikkan tingkat suku bunga, penghasilan yang tersedia bagi para investor di negara tersebut meningkat. Akibatnya, terdapat peningkatan permintaan terhadap mata uang negara tersebut karena para investor menanamkan modal mereka di tempat di mana tingkat suku bunganya tinggi.

Negara-negara yang menawarkan tingkat pengembalian investasi tertinggi melalui tingkat suku bunga yang tinggi, pertumbuhan ekonomi, dan pertumbuhan pasar finansial domestik cenderung menarik banyak modal asing. Apabila pasar modal suatu negara berjalan lancar, dan mereka menawarkan tingkat suku bunga yang tinggi, para investor asing kemungkinan akan memasukkan modalnya ke negara tersebut. Hal ini meningkatkan permintaan terhadap mata uang negara tersebut, dan menyebabkan naiknya nilai mata uang tersebut.

Di mana ada penghasilan, di situ ada uang. Apabila suatu negara menaikkan tingkat suku bunganya, maka minat dunia internasional terhadap mata uang negara tersebut akan meningkat pula. Contohnya, the Reserve Bank of Australia (RBA) menaikkan suku bunga dari Aussie Dollar 25 basis points menjadi 3.25%. Posisi AUD sudah kuat terhadap mata uang lain dan langkah ini akan semakin memperkuat posisinya. Akibatnya, pasangan seperti AUD/USD, AUD/JPY, GBP/AUD telah mencerminkan kekuatan tersebut.Sebaliknya, apabila Bank Sentral suatu negara menurunkan tingkat suku bunganya, arus modal akan mengalir keluar dari mata uang tersebut.

Beberapa ciri bank sentral adalah sebagai berikut:
– Memiliki akses terhadap cadangan modal dalam jumlah besar.
– Memiliki tujuan ekonomi yang spesifik.
– Mengatur suplai uang dan tingkat suku bunga.
– Menetapkan tingkat suku bunga kredit satu hari untuk mengubah tingkat suku bunga yang dibayar atas mata uang domestik mereka.
– Membeli dan menjual efek pemerintah untuk meningkatkan atau mengurangi suplai uang.
– Terkadang membeli dan menjual mata uang domestik mereka di pasar terbuka untuk mempengaruhi nilai tukar.

Maka jelaslah bahwa tingkat suku bunga dan perubahan-perubahannya dapat membawa dampak yang besar bagi arus modal yang dialami suatu negara. Arus modal mewakili uang yang dikirim dari luar negeri untuk diinvestasikan di pasar suatu negara. Arus modal sendiri terdiri atas 2, arus modal positif dan negatif. Arus modal dapat sangat mempengaruhi nilai mata uang suatu negara, karena arus modal positif menunjukkan permintaan terhadap investasi dalam mata uang negara tersebut, sedangkan arus modal negatif menunjukkan sedikitnya permintaan dibandingkan dengan penawaran.

Sebagaimana yang mungkin sudah Anda duga berdasarkan pentingnya topik ini, pembahasan oleh Bank Sentral tentang potensi perubahan dalam tingkat suku bunga dipantau dengan seksama dan dapat mempengaruhi pergerakan pasangan mata uang yang berkaitan. Jelaslah bahwa diumumkannya perubahan tingkat suku bunga aktual diperhatikan dengan seksama pada tingkat ekonomi internasional dan dapat menjadi peristiwa yang berpotensi mengubah trend bagi mata uang.

Bank-bank Sentral utama yang terlibat dalam proses ini adalah the Bank of Canada, the Bank of England, the Bank of Japan, the European Central Bank, the Federal Reserve (AS), Swiss National Bank, the Reserve Bank of Australia dan the Reserve Bank of New Zealand. Bank-bank Sentral tersebut mengadakan pertemuan rutin, umumnya setiap 4 sampai 6 minggu sekali, tergantung pada bank yang bersangkutan.Tanggal-tanggal pertemuan-pertemuan tersebut, berikut pengumuman fundamental lainnya yang mempengaruhi pasar mata uang, dapat ditelurusi di Daily FX's Global Economic Calendar. Kalender ini dapat diakses di sini.

Pahami lebih lagi tentang trading forex dengan belajar sekaligus praktek langsung menggunakan demo account.

Inflasi & CPI
PEMAHAMAN INFLASI DAN CPI (CONSUMER PRICE INDEX)

CPI (Consumer Price Index) merupakan ukuran inflasi yang paling banyak digunakan dan kadang-kadang dianggap sebagai indikator efektivitas kebijakan ekonomi pemerintah. CPI memberikan informasi tentang perubahan harga dalam perekonomian negara yang bersangkutan yang dibebankan terhadap pemerintah, dunia usaha, buruh, dan warga negara swasta. Mereka biasanya menggunakan CPI sebagai pedoman pengambilan keputusan ekonomi. Selain itu, Presiden, Kongres, dan Federal Reserve Board menggunakan kecenderungan-kecenderungan dalam CPI untuk dan dalam merumuskan kebijakan fiskal dan moneter.

Consumer Price Index (Indeks Harga Konsumen) adalah perubahan rata-rata dalam suatu jangka waktu yang terjadi pada harga yang dibayarkan oleh para konsumen perkotaan untuk suatu 'market bucket' (kelompok pasar) barang dan jasa konsumsi. Kelompok CPI dikembangkan dari informasi rinci tentang pengeluaran yang diberikan oleh keluarga dan perseorangan tentang apa yang mereka beli.

Sebagian besar indeks CPI khusus di AS memiliki basis acuan 1982-84, yaitu dimana Biro Statistik Perburuhan (Bureau of Labor Statistics - BLS) menetapkan tingkat indeks rata-rata yang mencerminkan tingkat harga rata-rata) untuk jangka waktu selama 36 bulan yang mencakup tahun 1982, 1983, dan 1984 - setara dengan 100. Kemudian BLS mengukur perubahan-perubahan yang terkait dengan angka tersebut. Misalnya Indeks sebesar 110, berarti bahwa telah terjadi peningkatan harga sebesar 10% terhadap jangka waktu acuannya; dan sebaliknya, indeks sebesar 90 berarti telah terjadi penurunan sebesar 10%. Untuk CPI yang berlaku saat ini, informasi ini dikumpulkan dari Survei Pengeluaran Konsumen untuk tahun 2005 dan 2006. Data tersebut bukan catatan yang pasti tentang pengeluaran setiap rumah tangga, namun data tersebut memberikan gambaran yang baik tentang bagaimana peningkatan harga mempengaruhi belanja rumah tangga, dan perubahan pada 'daya beli' satu dolar karena inflasi.

CPI terdiri atas semua barang dan jasa yang dibeli untuk dikonsumsi oleh populasi acuan. Kelompok utama dan contoh kategorinya masing-masing adalah sebagai berikut:

  • MAKANAN DAN MINUMAN (sereal sarapan, susu, kopi, ayam, anggur, makanan dengan layanan lengkap, makanan ringan)
  • PERUMAHAN (uang sewa tempat tinggal utama, biaya kepemilikan yang setara dengan uang sewa, bahan bakar minyak, perabot kamar tidur)
  • PAKAIAN (baju dan baju hangat pria, pakaian dan perhiasan wanita)
  • TRANSPORTASI (kendaraan baru, ongkos pesawat udara, bensin, asuransi kendaraan bermotor)
  • LAYANAN KESEHATAN (obat resep dan persediaan medis, jasa dokter, kaca mata dan perawatan mata, layanan rumah sakit)
  • REKREASI (televisi, mainan, hewan peliharaan dan produk hewan peliharaan, peralatan olahraga, biaya tiket masuk)
  • PENDIDIKAN DAN KOMUNIKASI (SPP perguruan tinggi, biaya perangko, layanan telepon, software dan pernak-pernik komputer)
Perubahan dari bulan ke bulan atau dari tahun ke tahun ditunjukan dengan membandingkan angka indeks periode sebelumnya. Pada umumnya dinyatakan dalam bentuk persentase - misalnya, “harga konsumen telah naik sebesar 0,3 persen sejak bulan lalu”. Perubahan persentase ini sering disebut sebagai angka inflasi - misalnya, “angka inflasi untuk 12 bulan yang lalu adalah 2,5 persen”.

Para investor dan the Fed (Bank Sentral) secara teratur memantau angka tersebut untuk mendapatkan pemahaman tentang masa depan terkait suku bunga. Suku bunga sangat penting karena, selain berdampak langsung pada jumlah aliran masuk modal ke dalam negara, suku bunga juga menunjukkan banyak hal tentang perdagangan yang berbasis dolar. Apabila angka inflasi ternyata lebih tinggi dari yang diperkirakan, traders akan menafsirkannya bahwa peningkatan suku bunga kemungkinan besar akan terjadi dalam waktu dekat dan dengan demikian akan membeli mata uang yang bersangkutan, sedangkan angka yang lebih rendah dari perkiraan dapat membuat traders mengambil sikap menunggu sampai Bank Sentral mengambil sebuah keputusan. Pada dasarnya, memperdagangkan perubahan negatif pada CPI jauh lebih sulit dibandingkan memperdagangkan perubahan positif karena sifat dari penafsiran yang beragam. Peningkatan yang signifikan pada CPI akan menimbulkan bullishness yang besar, namun penurunan tidak selalu akan menimbulkan bearishness. CPI mengukur inflasi pada tingkat ritel (konsumen), sedangkan PPI (Producer's Price Index) mengukur infalsi pada tingkat wholesale (produsen).

Di Amerika Serikat, angka CPI dikeluarkan setiap bulan sekali. Ketika angka tersebut keluar (sekitar pertengahan bulan), angka tersebut mencerminkan data untuk bulan sebelumnya. CPI juga dirilis setiap bulan di Eropa, Inggris, Kanada, dan Jepang. Banyak negara lain merilis data tersebut setiap kuartal saja. Tanggal pengumuman tersebut serta berbagai jenis data perdagangan mendasar lainnya dapat diikuti di Daily FX Global Economic Calendar yang dapat diakses di sini.

Semakin banyak yang Anda pelajari dari pelajaran tentang Analisis Fundamental ini, saling keterkaitan dari masing-masing bidang tersebut menjadi semakin nyata. Ingat hal ini ketika Anda membaca pelajaran lainnya sehingga Anda dapat merangkai gambaran yang lengkap.

Pahami lebih lagi tentang trading forex dengan belajar sekaligus praktek langsung menggunakan demo account.

Peristiwa Geo-Politik
DAMPAK PERISTIWA GEO-POLITIK TERHADAP BURSA FX

Faktor fundamental yang telah kita bahas sebelumnya dapat dikategorikan sebagai 'peristiwa terjadwal'. Masing-masing peristiwa tersebut memiliki jadwal di kalender ekonomi global, jelas kapan peristiwa akan diumumkan, sehingga faktor tersebut dapat dengan mudah diikuti sehingga memudahkan kita merencanakan transaksi perdagangan kita. Akan tetapi, dalam kategori yang akan dibahas ini, merupakan peristiwa yang 'tidak dijadwalkan dan tidak dapat diperkirakan', sehingga kapan pun dapat terjadi.

Namun fakta yang harus diingat adalah, bahwa uang tidak suka ketidakpastian. 'Uang akan pergi dahulu dan kemudian baru pertanyaan muncul'.Peristiwa yang bersifat politis, seperti perang, konflik lokal, pemilihan umum atau aktivitas teroris, serta bencana yang terkait dengan cuaca seperti angin topan, tsunami, dan lain-lain dapat mempengaruhi secara dramatis terhadap bagaimana pasangan mata uang diperdagangkan.

Dalam hal pemilihan Presiden di Amerika Serikat, apabila adanya prediksi perubahan pada partai politik, waktu menjelang pemilu dapat merupakan waktu yang 'sepi' di bursa, karena traders tidak ingin membuat komitmen yang terlalu kuat dalam menentukan trend pada jangka waktu yang lebih panjang. Apabila ada pihak baru yang terpilih, beberapa bulan awal sampai Presiden yang baru tersebut menunjukkan sikap terkait dengan bursa keuangan, biasa disebut sebagai waktu pengujian dimana para investor dan trader tidak memiliki petunjuk tentang seperti apa postur ekonomi jangka panjang nantinya.

Salah satu hal penting yang dapat dipelajari oleh trader adalah bahwa 'stop loss' yang bertujuan untuk perlindungan harus selalu ada dalam semua perdagangan trader. Mengingat sifat dari peristiwa di dunia yang tidak dapat diprediksi, sebagaimana halnya dengan peristiwa fundamental sebelumnya, trader tidak akan pernah dapat merasa sangat aman.

Pahami lebih lagi tentang trading forex dengan belajar sekaligus praktek langsung menggunakan demo account.

Non-Farm Payrolls
NON-FARM PAYROLLS DAN BERITA PERDAGANGAN

Setiap trader harus mengetahui dampak dari parameter ekonomis yang berpengaruh pada pasar. Para ekonom biasanya berkumpul dan mengumumkan estimasi mereka mengenai parameter tersebut kepada pers. Apabila estimasi tersebut sejalan dengan angka-angka yang seharusnya, pasar pada umumnya tidak akan bereaksi saat pengumuman resmi dilakukan. Namun apabila estimasi dan angka yang dikeluarkan tidak sama, maka dapat menyebabkan pergerakan pasar yang ekstrim. Hal ini bersifat sementara karena saat itu pasar melakukan penyesuaian terhadap ketidaksesuaian harga yang terjadi, agar pasar sejalan dengan angka-angka yang sebenarnya.

Angka ekonomis yang berlaku dalam skenario di atas adalah data yang dirilis oleh US Non-Farm Payroll (NFP). Non-Farm Payrolls mengacu kepada data survei bulanan yang dirilis oleh U.S. Department of Labor Statistics (Departemen Statistik Tenaga Kerja AS) pada pukul 8:30AM - Eastern Time, Jumat pertama setiap bulannya. Laporan tersebut memberikan informasi (Non-Farm Payrolls) jumlah total karyawan yang menerima upah di Amerika Serikat, namun tidak termasuk yang bekerja di:

  • Pemerintahan
  • Karyawan Rumah Tangga Pribadi
  • Organisasi Nirlaba
  • Pekerja Pertanian
Secara perhitungan karyawan 'non-farm' akan menghasilkan nilai sekitar 80% dari GDP (Gross Domestic Product) Amerika Serikat.

Untuk memperoleh data statistik ini, the U.S. Department of Labor Bureau of Labor Statistics, mensurvei sekitar 160,000 bisnis dan badan pemerintah, yang mewakili sekitar 400,000 tempat kerja, agar mendapatkan data industri yang terperinci tentang tenaga kerja, jam kerja, dan penghasilan karyawan yang menerima upah.

Kenaikan atau penurunan dalam data non-farm payroll digunakan sebagai indikator tingkat kesehatan perekonomian Amerika Serikat. Laporan tersebut menunjukkan apakah dunia usaha di Amerika Serikat menambah atau mengurangi jumlah lapangan kerja.

Non farm Payrolls telah terbukti sebagai salah satu indikator fundamental yang paling signifikan dalam sejarah perekonomian Amerika Serikat. Bila ada data baru mengenai NFP, para traders akan segera bereaksi. Angka yang lebih baik dari ekspektasi seringkali sangat bullish bagi US dollar, sedangkan angka yang lebih buruk biasanya membuat para traders melihat kepada komponen lain dari data ketenagakerjaan yaitu Tingkat Pengangguran, yang biasanya diliris pada hari sama.

Tingkat Pengangguran mengukur jumlah orang yang tidak memiliki pekerjaan, namun aktif mencari pekerjaan. Angka ini cenderung menjadi angka yang lebih penting secara politis. Apabila Tingkat Pengangguran ini kecil, maka berarti orang yang mencari pekerjaan berhasil mendapatkan pekerjaan, dapat diartikan bahwa dunia usaha berjalan dengan lancar dan perekonomian sedang berkembang.

  • NFP adalah sebuah angka, biasanya terdiri dari 5 atau 6 angka, sedangkan Tingkat Pengangguran adalah sebuat persentase. Apabila NFP lebih baik daripada ekspektasi, maka traders akan cenderung membeli dollar.
  • Namun demikian, apabila NFP lebih buruk daripada perkiraan, traders akan melihat Tingkat Pengangguran untuk mengecek apakah perubahan dalam angka pengangguran itu positif , negatif, atau tidak ada perubahan.
    • Apabila angka tingkat pengangguran naik, dollar bearishness akan terkonfirmasi.
    • Apabila angka tersebut turun, seringkali akan diikuti dengan pembelian dollar.
    • Apabila angka tersebut tidak berubah, maka terjadi mild dollar bearishness, namun bisa saja dimulai dengan bearishness dollar yang kuat.
Bila memperhatikan penjelasan di atas, berita-berita tersebut menjadi sebuah tantangan. Beberapa traders melakukan antisipasi pada hari Jumat pertama setiap bulannya, traders yang lain menutup perdagangan mereka pada hari Kamis malam sebelum pengumuman, karena tidak ingin berurusan dengan masalah volatilitas ini.

Guna memperoleh gambaran tentang pengaruh NFP pada volatilitas, perhatikan grafik EURUSD 5 menit di bawah ini. Pengumuman dilakukan pada tempat yang bertanda panah dan bertuliskan 'NFP Announced'. Perhatikan bahwa dalam 5 menit pertama pasangan turun 60 pips namun pada akhirnya naik 160 pips. Ini adalah sifat dari volatilitas yang ingin dihindari kebanyakan traders.

NFP adalah angka ekonomis yang penting dan karenanya memiliki potensi terbesar untuk mempengaruhi pasar dibandingkan dengan semua rilis ekonomis yang lain. Banyak Traders menjadi sukses atau gagal bulan itu, hanya dalam waktu yang singkat setelah data dirilis.

Mengapa NFP Penting?

  1. Jumlah orang yang bekerja (employment number) adalah salah satu alat ukur yang terbaik dari pertumbuhan ekonomi dan potensi pertumbuhan di masa yang akan datang. The Fed mengawasi angka ini secara seksama sebagai indikator utama perekonomian
  2. Banyak traders yang menunggu sampai setelah NFP dirilis (tanpa mempedulikan angkanya) sebelum memasuki perdagangan, karena tidak ingin mengalami kejutan pada posisi mereka.

Perlu dicatat juga bahwa umumnya hanya ada sangat sedikit likuiditas pada saat NFP dirilis, karena hampir tidak ada bank besar berada pada pasar saat itu. Likuiditas berubah dari sebuah lautan yang tiba-tiba mengecil seukuran kolam saat data NFP dirilis namun beberapa saat kemudian, likuiditas umumnya kembali normal.

Pahami lebih lagi tentang trading forex dengan belajar sekaligus praktek langsung menggunakan demo account.

Analisis Teknis Dasar
JENIS-JENIS GRAFIK INDIKATOR METATRADER

Tiga jenis grafik yang paling sering digunakan sebagai indikator MetaTrader adalah 'Line chart', 'Bar chart', dan 'Candlestick chart'. Berikut ini adalah contoh dari masing-masing grafik tersebut.

Line Chart (Grafik Garis)
Dari ketiga jenis grafik tersebut, Line Chart (grafik garis) adalah grafik yang paling dasar. Grafik ini dibuat dengan menghubungkan serangkaian titik data harga penutupan dari pasangan mata uang dengan sebuah garis. Sebagaimana terlihat pada contoh di atas, garis tersebut sekedar mengikuti perubahan harga sehingga trader dapat menentukan arah trend berdasarkan titik-titik data yang telah terjadi. Seringkali, sebuah line chart digunakan pada jangka waktu yang lebih panjang guna mendapatkan penilaian yang cepat dan sederhana tentang bagaimana pasangan mata uang bergerak selama jangka waktu yang telah ditentukan.

Bar Chart (Grafik Batang)
Bar Chart (grafik batang) memberikan tambahan informasi yang dapat berharga bagi trader. Mari lihat sebuah Bar Chart lebih mendalam dan berfokus hanya pada satu bar untuk melihat data apa yang disampaikannya.

Grafik yang kita lihat adalah grafik H4, yang berarti setiap bar mewakili harga perdagangan pasangan mata uang selama jangka waktu 4 jam. Secara spesifik, bar tersebut akan menunjukkan kepada kita harga ketika pasangan mata uang tersebut dibuka, harga tertinggi dan terendah yang dicapai selama jangka waktu tersebut, dan harga terakhir yang diperdagangkan pasangan mata uang tersebut pada periode 4 jam. Contoh Bar Chart bisa dilihat pada gambar dibawah ini.

Candle Stick Chart (Grafik Batang Lilin).
Grafik ke tiga ini adalah jenis grafik yang paling banyak digunakan untuk perdagangan forex. Simak informasi yang diberikan sebuah candle stick chart berikut:

Hanya dengan memandang sekilas, kita dapat langsung melihat manfaat dari menggunakan jenis grafik ini dibandingkan dengan Line Chart dan Bar Chart. Yaitu berdasarkan warna lilin 'hitam' untuk bullish candle yang penutupannya lebih tinggi daripada pembukaan, dan 'putih' untuk bearish candle yang penutupannya lebih rendah daripada pembukaan jelaslah terlihat periode mana yang memiliki momentum naik dan periode mana yang memiliki momentum menurun.

Mari kita lihat grafik di atas lebih dekat lagi. Sebagaimana telah Anda lihat, informasi yang diberikan oleh candlestick chart (harga tertinggi, harga terendah, harga pembukaan dan harga penutupan) sama dengan informasi yang diberikan oleh Bar Chart. Namun demikian, informasi tersebut jauh lebih mudah terlihat ketika dibuat dalam format ini, karena warna-warna dari lilinnya.

Ketika melihat candlestick, bullish candle atau bearish candle, bagian atas dari sumbu dan bagian bawah dari sumbu mewakili harga tertinggi dan terendah dari perdagangan pasangan mata uang selama jangka waktu tersebut. Perbedaan utama dari bullish candle dan bearish candle, selain dari warnanya, adalah letak pembukaan dan penutupan.

Karena pada bullish candle hitam harga penutupannya lebih tinggi daripada harga pembukaan, bagian atas batang lilin adalah di mana harga ditutup dan bagian bawahnya adalah di mana harga dibuka. Terkait dengan bearish candle putih, bagian atas batang adalah di mana pasangan mata uang dibuka selama jangka waktu yang bersangkutan dan bagian bawahnya adalah di mana pasangan tersebut ditutup, jadi posisi sebaliknya dari bullish candle.

Dalam menggunakan candle stick charts, perlu diingat bahwa apabila anda bergerak di antara berbagai jangka waktu, setiap candlestick akan mewakili jangka waktu tersebut. Jadi, apabila anda memperhatikan grafik Harian, setiap lilin mewakili satu hari (24 jam). Apabila anda mempelajari sebuah grafik H4 (4 jam), setiap lilin akan mewakili waktu 4 jam dan seterusnya. Dari ketiga jenis grafik di atas, candle stick chart menyediakan semua informasi yang diperlukan dengan cara yang paling mudah ditafsirkan secara visual.

Pahami lebih lagi tentang cara membaca grafik trading MetaTrader dengan belajar sekaligus praktek langsung menggunakan demo account.

Menentukan Tren
PENTINGNYA MENENTUKAN TREN FOREX

Anda mungkin pernah mendengar istilah 'the trend is your friend - tren adalah teman Anda'. Istilah tersebut benar sekali dalam forex trading. Bila kita dapat mengidentifikasi tren pada pasangan mata uang arah kearah mana pasangan tersebut telah bergerak selama suatu jangka waktu tertentu akan sangat menguntungkan trader. Walaupun tren dapat diabaikan dalam perdagangan bila trader memiliki momentum pasar kuat dan mendukung perdagangan mereka.

Langkah pertama dalam menentukan tren adalah cek grafik Harian dari setiap pasangan mata uang, dan mencari trend terkuat. Apabila suatu pasangan mata uang sedang mengalami tren naik (uptrend) yang kuat, hal itu dapat dengan mudah diidentifikasi pada grafik harian. Seorang trader harus mengetahui suatu pasangan mata uang sedang trend kearah mana. Apabila seorang trader tidak yakin tentang arah tersebut, dia akan memilih pasangan mata uang yang lain yang dapat diketahui trendnya. Perlu diingat kita mencari pasangan dengan trend terkuat yang untuk diperdagangkan.

Sebagaimana kita lihat dalam grafik Harian di atas, hanya dengan memandang grafik tersebut, pasangan tersebut sedang mengalami uptrend. Trend mata uang tersebut terlihat naik kea rah pojok kanan atas grafik, dan kita pun dapat mengkonfirmasi uptrend tersebut dengan melihat bahwa pasangan mata uang tersebut telah membangun higher highs (warna hijau) dan higher lows (warna merah) seiring dengan kenaikannya.

Ketika memperdagangkan uptrend, strategi yang terbaik adalah menunggu pullback ke level yang mendukung dan kemudian mengambil posisi buy (long position) ke arah tren. Pada grafik di atas, setelah uptrend ditetapkan, seorang trader dapat mengambil posisi long di dekat titik yang ditandai dengan warna merah pada grafik. Teknik ini dikenal sebagai 'buying on dips'. Stop-loss akan berada di bawah titik terendah di mana harga telah diperdagangkan di setiap pullbacks tersebut.

Hal sebaliknya akan terjadi apabila trend menurun (downtrend). Lihatlah grafik berikut ini.

Downtrend diidentifikasi ketika pasangan mata uang telah membangun lower highs (hijau) dan lower lows (merah). Dalam hal ini, trader akan menjual ke downtrend dengan menunggu pullback ke level resisten (hijau) dan kemudian mengambil posisi sell (short position) ke arah trend harian, dengan stop di atas titik tertinggi di mana pasangan mata uang tersebut pullback. Hal ini disebut sebagai 'selling on rallies'.

Jadi kuncinya di sini adalah dengan berdagang ke arah trend Harian, trader akan memiliki kemungkinan sukses lebih besar karena momentum seluruh pasar mendukungnya. Walaupun 'pips' dapat diperdagangkan melawan trend, setiap pips yang diperoleh dalam perdagangan counter trend akan memiliki tingkat risiko yang lebih besar. Sebagai traders, kita ingin menghilangkan sebanyak mungkin risiko dari setiap perdagangan.

Pahami lebih lagi tentang cara membaca tren dengan belajar sekaligus praktek langsung menggunakan demo account.

Analisis Time Frame
STRATEGI ANALISIS BEBERAPA KERANGKA WAKTU

Analisis Beberapa Kerangka Waktu adalah praktek menganalisis pasangan mata uang dengan mengamati grafik pasangan yang sama melalui beberapa kerangka waktu yang berbeda. Keuntungannya adalah dengan melihat kerangka waktu yang lebih luas, kemudian melihat kerangka waktu yang lebih sempit, dan kemudian kerangka waktu yang lebih sempit lagi, trader dapat mengetahui lebih seksama tentang pergerakan pasangan mata uang tersebut dan memasuki perdagangan dengan memiliki lebih banyak informasi.

Umumnya yang dipilih adalah tiga kerangka waktu dan kerangka-kerangka waktu tersebut didasarkan kepada strategi perdagangan masing-masing trader. Seorang trader dengan perspektif jangka panjang mungkin memilih grafik Mingguan, Harian, dan 4-jam. Trader dengan perspektif jangka pendek mungkin memilih grafik 4-jam, 1-jam, dan 15-menit.

Kuncinya di sini adalah menggunakan grafik dengan kerangka waktu panjang dalam susunan untuk menentukan 'gambaran yang lebih besar' dan ke arah mana perdagangan akan dibawa. Kemudian gunakan kerangka waktu yang lebih pendek untuk melakukan 'fine tune' untuk memasuki posisi pada arah tersebut.

Anda mungkin pernah mendengar istilah 'trends exist within trends - tren di dalam tren'. Misalnya, pada suatu grafik Harian, tren-nya mungkin sedang naik (uptrend), sedangkan pada grafik 4-jam, trend-nya mungkin menurun dan pada grafik 1-jam tren mungkin datar - semua pada pasangan mata uang yang sama.

Skenario yang digunakan adalah memilih Grafik Harian yang sedang berada pada trend naik sebagai trend utama. Namun perlu ditelusuri lebih lanjut pada kerangka 4 Jam, kita harus mencari mencari titik dimana grafik 4 Jam selaras dengan grafik harian yaitu mengalami kenaikan. Begitu pula selanjutnya kita harus mencari keselarasan di Grafik 1 Jam. Saat itu menjadi peluang yang baik untuk mengambil posisi masuk.

Singkatnya kita ingin mencari keselarasan trend pada kerangka kecil dengan kerangka waktu yang lebih besar, dan dapat menjadi sinyal yang baik untuk masuk. Dengan menggunakan beberapa kerangka waktu seorang trader mendapatkan informasi suatu pasangan yang lebih banyak dan dapat meningkatkan kemungkinan atau probabilitas keberhasilan.

Pahami lebih lagi tentang strategi analisa time frame dengan belajar sekaligus praktek langsung menggunakan demo account.

Support dan Resistrance
MENENTUKAN SUPPORT & RESSISTANCE

Support dan Resistance merupakan hal yang sangat penting bagi trader dalam setiap analisis (S/R Analisis). Support dan Resistance memberikan informasi bagaimana mengetahui kondisi pasar dan bagaimana menghadapinya. S/R merupakan teknik analisis teknikal yang paling banyak digunakan dalam pasar finansial, karena memberikan 3 hal penting yaitu:

  • Kearah mana kita melakukan trading
  • Waktu yang tepat untuk masuk ke dalam pasar
  • Menentukan titik keluar dari pasar baik itu profit maupun loss

Bila melihat grafik diatas, support merupakan level bawah harga sedangan resistance merupakan level harga atas dari pasangan dalam pergerakan mata uang. Batasan tersebut akan digunakan hingga terjadi 'breakout' diantara salah satunya.

LEVEL SUPPORT
Dalam teori, support merupakan level harga untuk mencegah terjadinya penurunan harga lebih lanjut. Secara rasional bila harga mendekati level tersebut harga menjadi lebih murah, dan para pembeli (demand) akan lebih banyak dibandingkan menjual (supply), hal ini akan menyebabkan harga tidak akan turun lebih lanjut dibawah level support.

Bila suatu kejadian dimana harga turun dibawah harga support, hal ini mengindikasikan bahwa masih lebih banyak penjual dibandingkan pembeli. Ini berarti telah terjadi perubahan pola pikir dalam perdagangan dimana kecenderungan untuk menjual lebih tinggi dari pada membeli. Setelah level support/dukungan terlampaui maka para trader harus dapat menentukan level support baru berikutnya.

LEVEL RESISTANCE
Untuk Level Resistance berlaku kebalikannya, yaitu sebuah level dimana tingkat penjualan cukup kuat untuk mencegah harga naik lebih lanjut. Secara rasionalnya bila harga mendekati level resistance, dan harga menjadi lebih mahal, para penjual (supply) akan lebih banyak dibandingkan para pembeli (demand), hal ini menyebabkan harga tidak akan naik lebih lanjut diatas level resistance.

Sama dengan level support, level resistance pun dapat terlampaui, hal ini mengindikasikan keinginan pembeli (bulls) telah melebihi penjual (bears). Terlihat harga terus bergerak naik, dan bila hal ini terjadi para trader harus menentukan level resistance yang baru sebagai panduan.

Dengan memperhatikan aturan umum level support/resistance pada time frame yang lebih panjang akan lebih kuat, contoh bila menentukan level support dan resistance pada grafik harian akan lebih kuat dibandingkan dengan level support pada grafik 1 jam.

Pahami lebih lagi tentang titik support dan resistance dengan belajar sekaligus praktek langsung menggunakan demo account.

Stop dan Limit
MENENTUKAN STOP DAN LIMIT

Posisi stop dan limit merupakan komponen penting dan faktor yang menentukan keberhasilan dalam trading. Posisi stop dibuat dalam sebuah transaksi untuk menentukan waktu kapan trader keluar dari sebuah perdagangan pada titik harga terburuk. Hal ini penting sebagai batasan keamanan dalam sebuah transaksi, karena mencegah kehilangan uang lebih banyak dalam sebuah transaksi. Posisi Stop biasanya ditentukan berdasarkan persentasi dari besarnya account trader atau berdasarkan level support dan resistance. Apapun metode yang digunakan merupakan sebuah kewajiban untuk menentukan titik stop sebagai perlindungan pada setiap transaksi perdagangan. Tanpa titik stop akan membuka peluang trader akan mengalami kerugian yang sangat besar.

Posisi Limit juga merupakan sebuah batasan yang akan mengeluarkan trader dari sebuah transaksi, tapi pada titik harga yang lebih baik. Posisi limit ditentukan dengan menggunakan level support dan resistance dengan istilah 'Risk Reward Ratio'. Tapi kita bisa mengibaratkan limit sebagai 'target' dari sebuah transaksi, sampai tingkat keuntungan berapa kita akan keluar. Banyak orang tidak melihat posisi limit sebagai hal yang kritikal, tapi posisi limit dapat membantu para trader untuk menentukan keputusan kapan harus keluar dari sebuah transaksi.

PENEMPATAN POSISI STOP
Pada intinya posisi Stop yang merupakan pelindung, harus diletakan pada satu titik pada pasar dengan kondisi 'Should not trade - Jangan Melakukan Perdagangan' berdasarkan asumsi perdagangan yang diambil. Untuk lebih jelas lihat kondisi grafik dibawah:

Pada skenario diatas, kita melihat grafik pasangan mata uang cenderung menurun, dan dapat terlihat melalui garis trend. Berdasarkan kasus ini kita akan mengambil posisi Short (Jual) dan menjaga agar tidak sampai melewati diatas level resistance. Kita bisa melihat pasangan mata uang diperdagangkan sesuai dengan trend dan tidak melewati garis batas. Saat ini kita dapat melakukan transaksi jual pada pasangan mata uang tersebut.

Posisi stop harus diletakkan diatas garis tren agar tetap memiliki ruang gerak. Bila kita meletakkannya secara tepat, artinya kita telah mengambil resiko, bahwa harga dapat menyentuh level itu lagi dan transaksi kita akan terhenti kita sebelum harga bergerak sesuai dengan keinginan. Perlu diketahui bahwa pada grafik kerangka waktu (time frame) yang lebih besar memerlukan posisi stop yang lebih lebar. Pada grafik diatas merupakan grafik harian dan pasangan GBPAUD saat ini merupakan pasangan yang tidak stabil (volatile), kita harus memberikan ruang gerak bagi berdagangan lebih besar dibandingkan bila melihat pada grafik 1 jam yang jelas lebih stabil.

Pada kasus ini, sebuah titik stop bisa diambil 50 - 75 pips diatas tren. Paling tidak dapat mencegah perdagangan kita terhenti dan keluar bila terjadi loncatan harga melewati garis trend, tentu tetap dalam batasan yang wajar.

Pahami lebih lagi tentang titik stop dan limit dengan belajar sekaligus praktek langsung menggunakan demo account.