Broker Futures resmi di Indonesia sejak 2004
 021-52-777-07
Non Farm Payrolls Akan Diawasi Dengan Ketat

Asiatradefx - Market Outlook December 2nd - 6th 2019

 

FX Update

Dua peristiwa yang akan menjadi perhatian pasar pada pekan ini adalah kebijakan moneter Bank Sentral Australia RBA dan data upah tenaga kerja AS atau NFP. Kedua data ini tampak akan membayangi sentimen lain yakni perkembangan dagang antara AS - China.

Pada pekan lalu pelaku pasar dikejutkan dengan kebijakan pemerintah AS yang mensahkan UU mendukung aksi protes di Hong Kong. Kebijakan ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran baru ditengah upaya keras kedua negosiator dagang agar penandatanganan kesepakatan dagang dapat terealisasi dalam waktu dekat.

Imbas dari kebijakan AS ini, Beijing sedang mempertimbangkan untuk melakukan balasan terhadap AS. Selain sentimen tersebut situasi politik Inggris menjelang pemilu juga kian hangat setelah dalam jajak pendapat Partai Konservatif mendulang suara cukup tinggi dan diharapkan hasil pemilu tersebut akan membawa keputusan yang baik bagi Inggris saat meninggalkan Uni Eropa pada tanggal 31 Januari tahun depan.

Dijadwalkan pemilu Inggris akan berlangsung pada 12 Desember bulan ini. Sedangkan untuk pekan ini kebijakan RBA akan diawasi dengan ketat mengingat tingkat suku bunga RBA menyentuh level terendah di 0.75%. Tampaknya pelaku pasar melihat pada keputusan pekan ini RBA masih menahan tingkat suku bunga diangka 0.75%.

Data pasar tenaga kerja AS dan upah NFP juga tidak luput dari perhatian. Pasar memperkirakan pasar tenaga kerja AS periode November tumbuh sebanyak 189.000 atau lebih banyak dari bulan sebelumnya yang tumbuh sebanyak 128.000. Tingkat pengangguran diperkirakan tetap diangka 3.6% dan upah rata-rata perjam naik menjadi 0.3%.

 

Berikut detail dari beberapa daftar data ekonomi dan peristiwa penting lainnya yang mungkin mempengaruhi pasar.

Senin 

  • 7:30 WIB : AUD - Building Approvals m/m
  • 8:45 WIB : CNY - Caixin Manufacturing PMI
  • 21:00 WIB : EUR - ECB President Lagarde Speaks
  • 22:00 WIB : USD - ISM Manufacturing PMI

Selasa 

  • 10:30 WIB : AUD - Cash Rate, RBA Rate Statement

Rabu 

  • 7:30 WIB : AUD - GDP q/q
  • 20:15 WIB : USD - ADP Non Farm Employment Change
  • 22:00 WIB : CAD - BOC Rate Statement, Overnight Rate
  • 22:00 WIB : USD - ISM Non Manufacturing PMI

Kamis 

  • 7:00 WIB : NZD - RBNZ Gov Orr Speaks
  • 7:30 WIB : AUD - Retail Sales m/m, Trade Balance
  • All Day : OPEC Meetings

Jumat 

  • 20:30 WIB : CAD - Employment Change, Unemployment Rate
  • 20:30 WIB : USD - Average Hourly Earnings m/m
  • 20:30 WIB : USD - Non Farm Employment Change
  • 20:30 WIB : USD - Unemployment Rate

 

 

 

 

Commodity Update

Gold

Harga emas berbalik menguat pada perdagangan Jumat lalu seiring dengan kebijakan pemerintah AS yang mensahkan RUU menjadi UU yang mendukung aksi protes di Hong Kong. UU ini dapat memungkinkan AS untuk menggenakan sanksi perdagangan kepada China.

China bereaksi keras terhadap kebijakan AS  atas UU pro Hong Kong dan Beijing memanggil duta besar AS sebagai bentuk dari protes dan memperingatkan bahwa langkah itu akan merusak kerja sama dengan Washington.

Dan untuk pekan ini perhatian investor tertuju pada laporan upah dan pasar tenaga kerja AS NFP yang dijadwalkan akan rilis pada Jumat pekan ini. Pelaku pasar memperkirakan pertumbuhan pasar tenaga kerja AS periode November sebanyak 189.000 atau tumbuh lebih banyak dari bulan sebelumnya.

 

 

Berikut data ekonomi yang akan mempengaruhi perdagangan emas pada pekan ini,

Senin

  • 22:00 WIB : USD - ISM Manufacturing PMI

Rabu 

  • 22:00 WIB : USD - ISM Non Manufacturing PMI

Jumat

  • 20:30 WIB : USD - Average Hourly Earnings m/m
  • 20:30 WIB : USD - Non Farm Employment Change
  • 20:30 WIB : USD - Unemployment Rate

 

 

Oil

Pasar mulai bertanya-tanya apa yang akan dilakukan OPEC pada pekan ini dalam pertemuan negara-negara anggota OPEC yang dijadwalkan tanggal 5 hingga 6 Desember. Pada hari Jumat pekan lalu pasar mulai mempertanyakan komitmen Rusia setelah negara tersebut mengatakan akan mempertimbangkan pemangkasan produksi pada bulan April tahun depan.

Sebelumnya negara-negara OPEC+ telah sepakat pada pertemuan OPEC bulan ini akan memperpanjang program pemangkasan produksi hingga Juni 2020. Dikhawatirkan rencana Rusia ini akan mendapat pertentangan dari negara anggota OPEC lainnya.

Situasi ini sempat membuat harga minyak terkoreksi lebih dari 4%. Sementara itu dari laporan yang dirilis Badan Energi Internasional IEA memperkirakan produksi OPEC pada tahun depan tercatat surplus sebanyak 70.000 bph. Dengan pertumbuhan berada dalam kisaran 800.000 hingga 1.4 juta bph.

 

Pekan ini data yang diperkirakan akan mempengaruhi harga minyak datang dari data :

Rabu

  • 22:30WIB : USD – Crude Oil Inventories

 

 

Berikut Rentang Harga Dalam Sepekan

FX

EURUSD : 1.10500 - 1.09400 ( Bearish )

GBPUSD : 1.29850 - 1.27800 ( Bullish )

AUDUSD :  0.68100 - 0.67200 ( Bearish )

USDCHF :  1.00270 - 0.99400 ( Bullish )

USDJPY :  110.680 - 108.900 ( Bullish )

Commodity

XAUUSD :  1478.70 - 1439.10 ( Neutral )

COLSc :  56.80 - 53.70 ( Neutral )

 

Risk Disclaimer

 

Berita/Analisa yang kami publikasikan hanya bersifat INFORMASI. PT. Asia Trade Point Futures tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan informasi yang tersedia. Segala kerugian yang timbul akibat penggunaan informasi ini bukan menjadi tanggung jawab PT. Asia Trade Point Futures

Share On :    
SELANJUTNYA
BERITA TERBARU
Asiatradefx - Market OutlookDecember 9th- 13th 2019 FX Update Pekan ini fokus investor akan tertuju pada pertemuan Bank Sentral AS The Fed dan Bank Sentral Eropa ECB. Kedua perte...
Asiatradefx - Market OutlookNovember 25th- 29th 2019 FX Update Ketidakpastian yang terus menerus melanda kesepakatan dagang AS - China tampaknya akan membuat pelaku pasar mata ua...
Asiatradefx - Market OutlookNovember 18th- 22nd2019 FX Update Risalah pertemuan kebijakan moneter Bank Sentral AS The Fed dan Bank Sentral Eropa ECB akan menjadi foku...